Grup Watsap Kelas

GRUP-WASekitar bulan Maret lalu kelas gue memiliki grup chatting di aplikasi WhatsApp. Ide ini dimotori oleh Kunto sang pembuat akun grup. Sebenarnya sebelum adanya grup ini kami sudah terbiasa aktif di grup Facebook angkatan. Mungkin karna kurang praktis maka grup ini akhirnya hadir. Kami membahas berbagai macam topik mulai dari hal yang penting >>> tidak penting >>> tidak serius >>>  hingga pada hal….. yang sangat tidak berguna.

Contoh hal-hal yang penting hingga tidak penting/tidak berguna: Bertanya mengenai jadwal kuliah, lokasi ruang kelas, jadwal kelas pengganti, lokasi ruang kelas pengganti, jadwal UTS/UAS, deadline tugas, memberikan berbagai informasi terkait tugas-tugas, bertanya apakah sudah ada dosen atau belum, meminta nomor telepon dosen, bertanya mengenai jumlah mahasiswa yang sudah ada di kelas, memfoto teman atau/dan dosen saat di kelas, membuat aneka meme mulai dari yang lucu banget>lucu>hampir lucu>sedikit lagi lucu>sumpah sedikit lagiiiii pasti lucu>biasa>hingga garing atau jayus.

Selama kurang lebih 3 bulan grup watsap ini berdiri, gue dapat membuat 8 klasifikasi mengenai jenis foto/gambar yang diupload oleh teman-teman sekelas di grup jahanam ini. (DAN BODOHNYA LAGI, KENAPA GUE KEPIKIRAN UNTUK MENGKLASIFIKASIKAN HAL KAMPRET SEMACAM INI!!) Berikut klasifikasi yang gue maksud:

1. FOTO ALAY MASA LALU

Foto-foto ini sangat cetar membahana pada bulan pertama grup kampret ini dibuat. Makhluk-makhluk yang sudih meluangkan waktunya untuk hunting foto-foto antara lain; Gayuh, Yasir, Adit, Kunto, Rosyid, Gilang, Gue, dan beberapa makhluk malang lainnya. Foto-foto ini secara tidak sengaja membenarkan “Teori Alay” Radityadika mengenai siklus hidup manusia Indonesia yang dimulai dari bayi>anak-anak>remaja>alay>dewasa.

Foto-foto ini banyak bertebaran di Facebook pada tahun 2011 kebawah, dengan gigih dan teliti kami mencari foto-foto dari satu akun ke akun yang lainnya. Setelah itu, dengan kreatifitas tingkat tinggi kami mengedit foto-foto tersebut menjadi bentuk-bentuk seperti yang dibawah ini. Kami memang kreatif!!

wa2

2. SAAT BERADA DI KAMPUS

Setelah kami kehabisan stok foto alay masa lalu, tiba-tiba secara spontan kami memiliki trend foto yang baru dan berbeda. Foto-foto tersebut merupakan jepretan foto on the spot di kawasan kampus seperti, ruang kelas, kantin, koridor, hingga ruangan audit. Biasanya foto ini diambil dengan menggunakan teknik hidden camera atau candid cam, lalu selang beberapa detik menit foto-foto ini pun sudah muncul di grup watsap kreatif ini.

wa6

3. HOROR

Foto-foto ini biasanya bergentayangan pada tengah malam disaat sebagian besar manusia sudah terlelap dengan mimpinya. Saat pertama-tama jenis foto ini muncul, ada beberapa teman yang merasa risih dan terganggu dengan foto ini, khususnya bagi kaum hawa yang rentan dengan hal-hal berbau mistis.

wa4

4. ANEKA MEME BERBAU POLITIK

wa3

5. FYI

Akhirnya ada jenis foto yang bermanfaat juga…. (sujud syukur….)

Poster-poster seperti seminar, lomba-lomba, info beasiswa,  acara musik, festival, lowongan part-time, hingga tata cara mengurus kartu pemilu. Setidaknya ada satu hal yang berguna dan bermanfaat di grup watsap ini 🙂

wa8

6. EDISI SPESIAL UNTUK MABA

wa10

7. ANEKA MEME MENGHIBUR

wa7

8. EDITAN MAUT & KREATIF

Foto-foto dibawah ini diedit dengan penuh kesungguhan hati dan imajinasi yang tak terbatas. Gue suka ngakak liat kreatifitas temen-temen dalam mengedit foto-foto semacam ini. Gue rasa ini sebuah bakat yang harus terus diasah.

wa5

 

Gue gak ngerti kenapa gue mau dan bisa menulis hal semacam ini. Tapi dari segala kekurang dan kelebihan (Ehm…. ini grup menurut kalian ada kelebihannya gak?) dari grup ini, sedikit-banyak memberikan sensasi tersendiri. Harapan gue ke depannya, semoga grup ini tetap eksis sampai lulus bahkan sampai kakek-nenek (Kebayang gak tuh rasanya bakal kaya apa….), dan tetap memberikan hiburan tersendiri bagi para penghuni di dalamnya. Amin 😀

 

“Antara kreatif dengan gak ada kerjaan ternyata sulit dibedakan” – Nelson Simbolon

Something Beautiful

I know a new good song, I know it from the clergyman when I went to church yesterday. He teached a song to sing to everyone, but just reff part. That song not familiar, maybe almost everyone doesn’t or never know this song before. But, He still teached. That was hillarious. And He sang this song…. oh his voice really nice to heard, apparently.

I like that song too. I love its lyric, so deep and so touched. Short story, He successful to lead everyone sing this song. Now, we are know this song and  know how to sing it hehehe…. Thanks sir, sorry I forgot His name. Hmm…. loss short memory. So, here we go sing this song!

Something beautiful, something good
All my confusion He understood
All I had to offer Him was brokenness and strife
But he made something beautiful of my life
If there ever were dreams
That were lofty and noble
They were my dreams at the start
And hope for life’s best were the hopes
That I harbor down deep in my heart
But my dreams turned to ashes
And my castles all crumbled, my fortune turned to loss
So I wrapped it all in the rags of life
And laid it at the cross.
Something beautiful, something good
All my confusion He understood
All I had to offer Him was brokenness and strife
But he made something beautiful of my lifeIf there ever were dreams
That were lofty and noble
They were my dreams at the start
And hope for life’s best were the hopes
That I harbor down deep in my heart
But my dreams turned to ashes
And my castles all crumbled, my fortune turned to loss
So I wrapped it all in the rags of life
And laid it at the cross.

Lyrics powered by LyricFind
written by LOWRY, MARK / GREENE, BUDDY
Lyrics © Warner/Chappell Music, Inc., EMI Music Publishing
Send “Something Beautiful” Ringtone to your Mobile

Read more at http://www.lyrics.com/something-beautiful-lyrics-bill-gaither.html#HOouFUuHgfDEMHib.99

Something beautiful, something good
All my confusion He understood
All I had to offer Him was brokenness and strife
But he made something beautiful of my lifeIf there ever were dreams
That were lofty and noble
They were my dreams at the start
And hope for life’s best were the hopes
That I harbor down deep in my heart
But my dreams turned to ashes
And my castles all crumbled, my fortune turned to loss
So I wrapped it all in the rags of life
And laid it at the cross.

Lyrics powered by LyricFind
written by LOWRY, MARK / GREENE, BUDDY
Lyrics © Warner/Chappell Music, Inc., EMI Music Publishing
Send “Something Beautiful” Ringtone to your Mobile

Read more at http://www.lyrics.com/something-beautiful-lyrics-bill-gaither.html#HOouFUuHgfDEMHib.99

 
 

Mata Najwa, Anies Baswedan, dan Berusaha

Selamat malam pemirsa, berjumpa lagi dengan saya Nelson Simbolon selaku tuan rumah laenelson(dot)wordpress(dot)com. #EdisiMataNajwa

Hari ini adalah salah satu hari bersejarah bagi seorang Nelson Simbolon. Mohon dicatet ya (Oke, kalau kalian gak punya pulpen atau pensil gak usah dipaksa, gue bisa maklumin kok). Hal ini dikarnakan tadi siang (25/4) gue berhasil nonton Mata Najwa secara LIVE di Grha Sabha Pramana (GSP). Penulisan kata LIVE sengaja dipertebal dikarnakan tidak semua orang, khususnya di Jogja bisa masuk ke GSP untuk nonton acara ini. Gue termasuk seseorang yang beruntung tersebut. #IniTidakBerlebihan

Mata Najwa

matanajwa2Berikut beberapa indikator yang membuat gue bersyukur bisa nonton Mata Najwa secara live:

  • Gue memang penggemar acara Mata Najwa beserta @NajwaShihab nya,
  • Hari selasa malam (15/4), saat itu posisi gue lagi di FIB ada seorang teman yang mengingatkan untuk daftar peserta Mata Najwa on Campus,
  • Salah satu nasumnya itu Anies Baswedan,
  • Total kursi peserta yang disediakan panitia sekitar 6 rebu lebih tapi yang mendaftar mencapai 31 rebu manusia,
  • Gak semua orang yang udah nyampe GSP bisa masuk buat nonton, bahkan ada seorang anak SMP kepalanya tergores karna berdesak-desakan (Si anak tersebut langsung dibawa ke mobil ambulance tapi setelah itu tetap lanjut nonton Mata Najwa) WOW!!!,
  • Dapet snack dan note book gratisssssss,
  •  Belajar banyak dari Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Sri Sultan HB X, Chairul Tanjung, Mahfud MD, Najwa Shihab, Butet Kartarajasa, dan Neo si anak Teknik UGM yang menginspirasi banyak penonton,
  • Bisa ketemu Mas Anies Baswedan, foto namun tidak selfie, dan dapet tanda tangan Beliau.

matanajwa1

Anies Baswedan

Bertemu-Anies-BaswedanDengan ilmu potosop a la kadarnya, jadilah 2 wajah yang paling bersinar di antara kerumunan. (Maap ya buat yang muka-mukanya ke-blur, kalian harus ngertiin gue #EgoisSikit)

Gak ada alasan untuk tidak kagum dengan sosok Beliau. Cerdas, natural, retorika terindah yang pernah gue tahu, peduli, tenang dan santai, berani, rendah hati, visioner, dan yang pasti Beliau adalah orang baik.

Gue baru tahu beliau sejak tahun 2012 lalu, saat menemukan buku Gerakan Indonesia Mengajar 2 di bagian recommended books. Namun amat disayangkan pada saat itu harga buku ini masih Rp 85.000,- tidak berjodoh dengan yang ada di dompet. Alhasil beberapa minggu lalu, tak sengaja gue melihat buku ini lagi, dan kebetulan juga baru awal bulan (red: dompet masih tebel).

Bagi kalian yang tertarik untuk mengenal Anies Baswedan lebih dalam, gue menganjurkan untuk membaca buku Biografi Anies Baswedan: Melunasi Janji Kemerdekaan, penulis Muhammad Husnil. Buku ini menceritakan kehidupan Beliau dari cerita Sang Kakek, Sang Ayah dan keluarganya, kehidupan masa kecil sampai kuliah, dan awal karir Anies Baswedan hingga sekarang.

abini bukunya.

Saya yakin Beliau akan menjadi Presiden RI pada tahun 2019. Tetap keren ya, Mas!

Berusaha

Semua ‘orang sukses’ yang kalo ditanya mengenai  cara atau kiat-kiat atau jurus atau apapun itu yang membuat mereka bisa sukses pasti salah satu jawaban yang terucap gini: Kerja keras, Bersungguh-sungguh, atau berusaha keras. Sialnya, tidak akan ada satu ‘orang sukses’ yang menjawab: bermalas-malas ria. Kenyataannya memang seperti itu.

Dan hari ini gue belajar mengenai hal itu.

Saat nonton Mata Najwa tadi ada satu peserta laki-laki yang duduk di bagian belakang, sekitar 10-15 meter satu baris dari tempat duduk gue. Sejak awal dibuka sesi tanya-jawab, Mbak Najwa turun ke bawah panggung untuk mencari penanya-penanya lebih dekat.

Pria tersebut berdiri melambaikan tangan dan berteriak “Huuuuuuuuuuuh” berharap akan ditunjuk. Kemudian Mbak Najwa mendapatkan 1 hingga 2 penanya…. mata Mbak Najwa belum menengok ke arah pria tersebut.

Tingkat kehebohan laki-laki ini agar mengundang perhatian Mbak Najwa pun semakin meningkat dan meningkat. Dia loncat-loncat kemudian naik ke kursi, dan melambaikan tangannya lebih cepat sembari teriak…. maap gue gak begitu inget, intinya pria ini heboh sekali saat itu.

Seiring tingkat kehebohannya yang semakin menjadi-jadi, akhirnya mengundang perhatiaan orang banyak yang duduk di sekitarnya. Ada beberapa sindiran yang tidak suka dengan reaksi pria tersebut, ada yang mengatakan, “Apaan sih, lebay banget”, “Yaelah lebay amat”, dan sindiran-sindiran lainnya. Pria ini bukannya malu tapi tetap konsisten untuk meningkatkan frekuensi kehebohannya.

Singkat cerita saat Mbak Najwa sudah mendapatkan penanya ke-4nya, dan kemudian naik ke atas panggung kembali untuk meminta para narasumber menjawab pertanyaan tersebut. Saat Mbak Najwa sudah di atas panggung, pria ini semakin histeris tidak putus asa berharap masih akan ditunjuk. Kehisterisan tersebut semakin mengundang banyak orang memperhatikan ke arahnya. Kemudian, banyak orang-orang yang mungkin kasihan atau justru mengapresiasi, kemudian berteriak kepada Mbak Najwa untuk melihat ke arah pria ini.

Dan akhirnya……. usaha pria ini berbuah manis. Mbak Najwa melihat ke arahnya dan kemudian menunjuknya sebagai penanya tambahan. Sontak kegirangan pun terlihat jelas dari wajahnya dan  mengangkat-angkat kedua tangannya seolah ia sedang selebrasi. Spesial untuk pria satu ini, Mbak Najwa mengajaknya untuk bertanya di atas panggung. Itu berarti dia adalah satu-satunya peserta yang bertanya di atas panggung, dekat dengan kelima narasumber. WOW!!!

Pria tersebut bernama Neo, berasal dari jurusan Teknik Mesin UGM. Saya ingat betul kalimat pertama yang diucapnya sebab itu sangat lucu sekali. Ia bilang, “Maaf ya, tadi sedikit autis” sontak semua orang tertawa mendengarnya. Kemudian pertanyaan-pertanyaan dari Neo juga sangat sangat tidak mengecewakan, melainkan sangat luar biasa cerdas tapi tetap lucu. Anda penasaran? Saksikan Mata Najwa “Dari Jogja untuk Bangsa” pada hari Rabu (30/4) pukul 20.05 di metroTV. Semoga bagian si Neo ini tidak diedit ya teman-teman. Amin.

Gue belajar banget dari usaha keras dan konsistennya si Neo teriak-teriak untuk dilihat Mbak Najwa walaupun posisi duduknya berada di bagian belakang. Hal tersebutlah yang akhirnya mempengaruhi gue dalam mendapatkan tanda tangan Mas Anies Baswedan.

Saat acara sudah selesai gue, cikitta, dan Ade memang tidak ingin langsung keluar karna memang males untuk berdesak-desakan. Kami lebih memilih menunggu. Sejak tadi pagi gue memang sengaja membawa buku Indonesia Mengajar 2 dengan tujuan mungkin ada kesempatan beretemu Mas Anies lalu meminta tanda tangannya. Namun harapan tersebut sebenarnya hanyalah sebuah harapan ‘mungkin’.

Singkat cerita, setelah Mbak Najwa menutup acaranya, semua narasumber kecuali Anies Baswedan pergi menuju backstage. Dan dengan baik hatinya Mas Anies menyalami para penonton bahkan banyak orang yang berfoto selfie dengan Beliau. KAMFRET!!! MASIH SEMPET-SEMPETNYA DI TENGAH KERUMUNAN BELA-BELAIN FOTO SELFIE.

Melihat kerumunan manusia-manusia mengelilingi Beliau, gadis maha tangguh Cikitta, mendorong gue untuk maju ke stage menghampiri Beliau. Tujuan awal kami sebenarnya adalah hanya sekedar memfoto Beliau dari jarak yang cukup dekat. Akhirnya kita berdua maju, dengan langkah yang masih biasa saja. Sampai akhirnya tiba-tiba langkah gue menjadi cepat dan sangat cepat untuk ukuran seseorang yang sedang menyelap-nyelip dikerumunan orang banyak.

Dan percaya tidak percaya, waktu yang kami butuhkan dari tempat awal sampai di sebelah Anies Baswedan dapat dikatakan sangat cepat. Dengan mudahnya kami menyelip lincah dari satu sela ke sela yang lain. That was amazing nyelap-nyelip ever!! Sampai akhirnya, impian mendapatkan tanda tangan Anies Baswedan pun tercapai. Terimakasih Cikitta dan Neo!!

ttdTanda tangan itu…. *kemudian menangis*

BONUS

Barometer-kebahagiaanIya gue tahu, di foto ke-5 senyum gue senyum pepsoden banget

Tentang Ibu dan Bapak Kos

Halo-halo!!

Maafkan saya atas sangat sedikit malasnya saya dalam menulis lagi. Saya khilaf. Kali ini saya ingin bercerita tentang Ibu dan Bapak kos saya, ehmm…. kenapa mereka? karna saya gak ada bahan tulisan lagi karna setahun ke depan saya masih hidup dengan mereka. (Maksudnya hidup dengan mereka???)

Yak! Selama setahun saya bersama mereka, banyak suka-duka yang telah kita lewati bersama. Saat saya lemah Ibu kos menguatkan, saat Ibu kos senduh saya biarkan saja…. (…loh?!) Kaga kok kaga, kita sudah jadi BFF.

Bapak Kos

Beliau sungguh ramah ashari, suka ngobrol, suka ngobrol lagi, suka ngobrol lagi dan lagi, dan….. pada dasarnya emang suka ngobrol. Maka dari itu, di bulan-bulan pertama saya lumayan sering ngobrol dengan Beliau. Sampai akhirnya……. saya bosan. Karna setiap bertemu (walau hanya berpapasan) Beliau selalu memulai percakapan yang sebenarnya tidak terlalu beresensi untuk diucapkan, seperti :

1. Saat ke kamar mandi

Bapak Kos : Gak kuliah po?

Saya            : Ehmm….(biasanya selalu dimulai dengan ehm….) kuliah kok Pak…..hehe

Bapak Kos : Habis selesai lampunya dimatikan ya…

Saya           : Ehmm….iya Pak….

2. Saat pakai sepatu

Bapak Kos : Kemana e? (ini jenis pertanyaan apa sih?!)

Saya            : Ehmm….ke kampus Pak, ada kelas….hehe

Bapak Kos : Habis kamu selesai kelas lampunya jangan lupa dimatiin yak….

3. The most random conversation ever, Saat Mencuci

Saya            : *lagi mencuci dengan khusuk*

Bapak Kos : *datang perlahan membawa handuk basah*

Saya            : *Mulai curiga akan kedatangan Beliau*

Bapak Kos : (memulai percakapan) Eh…. ini handuk kalo habis dipakai basah e….

Saya            : (Diam serebu bahasa) (sedih…..)

Walaupun demikian, Beliau tetap Bapak kos saya. Hihihihi….. tapi saya senang kok, karna Beliau sungguh perhatian, sering bertanya tentang pendidikan saya, memberikan nasihat dan motivasi lainnya. Komplit lah jadinya.

Ibu Kos

Beliau pendiam, cenderung pendiam, sangat pendiam sekali, sangat pendiam berkali-kali dan…. pada dasarnya memang pendiam. Satu yang paling saya salut dari Beliau adalah…… otak ekonominya. Entah Beliau alumnus sarjana ekonomi atau bukan yang jelas Ia sungguh cerdas otak ekonominya. Seperti, Beliau buka usaha laundry, warung makan, bahkan dirumahnya pun dibuat warung.

Karna Beliau pendiam maka saya turut diam pula. Kami jarang ngobrol apalagi saling curhat. Kita memang berbeda, Beliau adalah Ibu kos dan saya adalah anak kos. Mungkin itu yang membuat hubungan diantara kita renggang (?)

Sekian deskripsi sekilas mengenai kehidupan Ibu dan Bapak kos saya, semoga setahun ke depannya hubungan kami menjadi semakin intim layaknya orangtua dan anak. Amin.

20 Tahun!!

Jakarta lagi hepi-hepinya nih ultah yang ke 486, mungkin itu alasannya trans jakarta jadi gratis. (Pembukaannya gagal to the maximum banget ini….) Ehm-ehm…. orang-orang juga lagi rame ngebacotin BBM naik tanggal 22 Juni 2013, Ups!! 22 Juni bukannyaaaaa…. ultah Jakarta.

Iya yah, saya sudah bukan remaja belasan tahun yang tingkat labilnya tak kunjung sirnah…. apalagi finalis remaja ceria  yang sering ngerepotin orangtuanya. huh, saya udah 20 tahun ternyata. gak nyangka.

Di ultah kali ini gak ada kejutan atau sebangsa lainnya, karna belom ketemu temen-temen yang klop pake bangat!! (kalo kata Bu. Eva). Di Facebook juga sengaja gak nyantumin tanggal ultah, gak enak aja ganggu orang lain hanya untuk ucapan ultah formal, seperti :

wyatb Son 😀

HB Son :*

Selamat ultah, Semoga makin ganteng Son 🙂

hb (paling gak niat)

HBCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ!!

Setelah itu saya sangat dituntut untuk membuat status pula seperti :

Makasih ya temen-temen semua atas ucapan ulang tahunnya, maap aku gak bisa bales satu-persatu 😀

atau mungkin, (yang lebih dramatis)

Makasih buat semua temen-temen yang udah rela-relain ngucapin ultah, aku sungguh seneng banget dengarnya. Semoga semua doa dari kalian terwujud ya, amin :D. Maaf juga kalau aku gak bisa bales satu-persatu, aku minta maaf, sungguh-sungguh minta maaf hehehehe 😀

Kampret bukan main kan ucapan-ucapan formal a la kadarnya kaya di atas. Itulah sebabnya saya jarang banget ngucapin selamat ulang tahun lewat Social Media.

Al hasil, kali ini yang ngucapin selamat ulang tahun ke saya terhitung sangat dikit. Lebih baik gitu sih, setidaknya saya tahu siapa saja yang ingat ulang tahun saya, jatuhnya kan lebih berkesan gitu hahahaha

Salah satunya kancah-kancah komsel region Jakarta Barat ini yang susah payah (kayanya sih….) buat video ucapan ultah ini hepi bersdey son! Walau gambarnya mirip video bokep .3gp pecah-pecah ngeblur gitu, (hal ini dikarnakan si Evlyn lupa convert video ke resolusi yang lebih petjah!!) hahahaha….. tapi kaya gini aja gue udah seneng banget kok. TERIMAKASIH KANCAH-KANCAH!!

Saya bersyukur masih bisa lanjutin pendidikan, kedua orangtua sehat, sanak keluarga juga demikian, abang dan kakak saya yang belum menikah kehidupannya sangat lebih membaik. Itu hadiah bagi saya, cukup.

Semoga di umur yang mapan ini, pikiran, hati dan juga perbuatan bisa tahu diri menyesuaikannya. Terlebih mitra saya dengan Tuhan terjalin kembali, Amin.

Akhir kata, Jakarta selamat ultah juga ya!! semoga pas saya balik besok, gak ada macet sama sekali, gak ada banjir 1 cm pun, pohon dimana-mana hahahaha

Tampang dan Uang Jajan

camera_Sophia_Vignette

Tampang saya sewaktu SD

Sebenarnya saya sangat sedikit kaget melihat foto ini kembali….. *menangis* tampangnya sangat tidak pantas bila dibandingkan dengan yang sekarang. Oh ya, saya masih ingat besaran uang saku sewaktu SD lho. Saat kelas 1-2 uang jajan saya 500 perak, cukup untuk membeli es mambo dengan cilok atau baso tusuk. Kemudian saat kelas 3-4 uang jajan saya melonjak jadi Rp 10.000 Rp 1.000,-. kemudian setahun setelahnya menjadi Rp 1.500,-, dan saat kelas 6 menjadi Rp 2.000,- YEAH!!

Saat kelas 6 sebenarnya banyak dari teman-teman yang uang jajan-nya diatas saya. Ada rasa iri tersendiri sih sebenarnya, tapi mau gimana lagi, mungkin karna rumah saya yang terlalu dekat dengan sekolah. Sampai-sampai ada teman saya yang uang jajan-nya Rp 5.000,-. Kampret! padahal rumah dia lebih dekat ketimbang saya.

Jelas saja, saat jam istirahat dia selalu rakus membeli jajanan. Disaat saya hanya membeli es teh dan lidi-lidi-an (ini jajanan walaupun ada 1000 batang tetep aja gak bikin kenyang) Dia bisa beli nasi uduk lengkap dengan gorengan serta minumannya. (dunia tampak tidak adil)

camera_Hagrid_Vignette

Tampang Saya sewaktu SMP

Saat SMP tampang saya cukup membaik sepertinya, masih bersih dan polos juga. Maka dari itu, 4-6 cewek suka sama saya (tidak ada niatan untuk sombong). Beda banget sama yang sekarang, susah gitu dapetinnya, kampretnya lagi jarak memisahkan. Harus Move On!! (tak apalah curcol sedikit)

Oh ya, sekolah saya cukup favorit di kawasan Jakarta Barat, namanya SMP Negeri 45. Saya memilih sekolah ini dikarnakan terkenal dan favorit serta jaraknya jauh dari rumah (pasti tahu deh maksud saya) sekitar 20-30 menit bila naik angkot. Dari SD ke SMP uang jajan saya melonjak jadi 5x lipat, yakni Rp 10.000,-. Pokoknya saat itu sejahtera banget deh hidupnya. Padahal Abang (3 SMP) dan Kakak (3 SMA) saya hanya Rp 5.000,- dan Rp 7.000. hahahaha tentu saja mereka sangat iri.

smp

Tampang saya berikutnya….

Tampang saya sewaktu SMA

Tampang di SMA seharusnya sih lebih keren atau membaik, ini malah semakin tua dewasa gitu. Dan yang lebih kampretnya lagi, uang saku gue dari SMP ke SMA hanya bertambah 2000-5000 repak. Hal tersebut dikarnakan jarak SMA di bandingkan SMP lebih dekat sih. Tapi saya bersyukur kok.

Snapshot_20130307_3

Tampang saya saat sekarang….

suasana-UTS

Tampang saya jadi seperti ini….

Tampang saya dari masa ke masa fluktuatif gitu ya, dari yang bener – makin bener – kurang bener – sampai kepada gak bener. Haduh-haduh. Kalau untuk Uang Jajan….. ups! kali ini privasi. Terpenting masih bisa hidup dengan layak kok.

Sekian deskripsi mengenai tampang-tampang saya, semoga esok dan tahun-tahun ke depannya tampang saya membaik. Amin.

Sekolah Dasar

Jikalau SMA itu masa-masa terindah maka SD itu masa-masa terasiknya

Masa-masa di Sekolah Dasar itu seru banget menurut saya—serius. coba dipikir, sepedaan bareng teman-teman, main layangan, main gundu, main cewe, main gasingan, trus ada juga beblet, main mobil-mobilan, main panjat pohon, main dokter-suster, main ibu-bapaan, main suntik-suntikan (kok tambah lama tambah bejat ya), pokoknya kerjaannya cuma main-main deh.

Dan cuma di masa ini juga musim-musim jadi banyak banget, bukan cuma kemarau dan penghujan; ada musim layangan, musim gambaran, musim gundu, musim gasingan, musim banjir (bagi yang kebanjiran), pokoknya setiap bulan beda-beda musim deh.

Jika melihat tampang paling ngaco maka itu saya

 

Yang lagi nyender di motor sembari kaki kirinya diangkat itu adalah pentolan-nya….

 

Jarak sekolah ke rumah itu cukup deket, ya jalan sambil shuffle trus merem juga pasti sampai. tapi tetep aja Saya sering telat. Hampir tiap hari juga saya berangkat sekolah bareng Bayu, teman deket waktu SD. tapi sayang, semenjak SMP dia tak pernah terlihat lagi, lost contact banget. padahal dia orangnya asik, pinter matematika, jago juga main bolanya, dan yang paling kocak dia tuh polos banget orangnya.

Jadi pernah suatu hari Saya, Rian, Jimmy, sama Dia lagi main mobil-mobilan remot kontrol si Jimmy di lapangan terbuka gitu. eh, tiba-tiba si Bayu ini mendadak ingin membuang hasrat panggilan alamnya (bahasa gampangnya: mau berak). dan jahatnya kami adalah tidak memberikan solusi untuk membuang hasrat terpendam si Bayu tersebut dengan benar. kita lebih asik main mobil-mobilan.

Dan tanpa berpikir panjang si Bayu mojok gitu deket aliran got terdekat. dan terpaksalah kami melihat adegan mengharukan tersebut. Ya! kami malah asik menonton adegan berak si Bayu sembari tertawa terbahak-bahak.

Setelah dirasa geli cukup menyaksikan proses eksreksi yang menyedihkan tersebut, Kami kembali ke permainan. Kemudian selang beberapa lama Bayu pun datang dan bermain kembali bersama kami disini. (dan asal kalian tahu, saat itu kami sama sekali tidak ngeh, apakah si Bayu udah cebok atau belom. kalaupun dia sudah cebok, dia cebok dimana???) hal tersebut masih menjadi misteri besar yang belum terpecahkan. sampai saat ini.

Kemudian masih ada satu lagi kejadian bodoh yang dibuat Bayu. jadi, sewaktu giliran Bayu yang mencoba mengontrol mobil tersebut dengan asal-asalan pastinya (saat itu mainan ini tuh keren banget dan jarang yang punya, jadi emang bikin gaptek). mobil tersebut melaju dengan anehnya, dan entah mengapa mobil itu menuju aliran got tempat dimana tai Bayu bersemayam. dan dengan tegang Bayu tetap mengemudikannya disamping kami yang sangat panik takut jikalau mobil tersebut jatuh dan terkena hasil limpahan hasrat panggilan alam si Bayu tadi (bahasa gampangnya: kena tai).

Dan akhirnya, Bayu berhasil ngerem di ujung aliran got. nyaris. dan kami pun cukup tertegun melihat kejadian tersebut. namun, entah Bayu ini masih gugup atau apa, tiba-tiba dia menggerakan maju mobil itu lagi. dan Byuuuuuuuur, masuklah mobil itu ke jurang neraka. selesai~ (Info penting, bagi temen SD gue yang gak sengaja baca postingan ini dan mengetahui info tentang Bayu, tolong kasih tahu gue ya) hehehe 😀

Gilaaaaaa! benar-benar bikin kangen banget masa-masa SD dulu. karna di masa-masa ini tuh, kayanya hidup gue isinya cuma main-main doang kaya si Bolang. gak ada tuh yang namanya masalah mikirin pelajaran, percintaan, masa depan, dan problema dramatisir lainnya. Terimakasih juga buat guru-guru SD saya dulu, terkhusus Pak Jejen yang saik banget ngajarnya waktu di kelas 6A. Karna beliau pula saya belajar mengenai pentingnya jiwa kejujuran di dalam hidup ini #tsah

Dan untuk teman-teman angkatan 2006 SDN Tegal Alur 01 Pagi, Good Luck semua woy!! dan adain reunian pliss!!