Mata Najwa, Anies Baswedan, dan Berusaha

Selamat malam pemirsa, berjumpa lagi dengan saya Nelson Simbolon selaku tuan rumah laenelson(dot)wordpress(dot)com. #EdisiMataNajwa

Hari ini adalah salah satu hari bersejarah bagi seorang Nelson Simbolon. Mohon dicatet ya (Oke, kalau kalian gak punya pulpen atau pensil gak usah dipaksa, gue bisa maklumin kok). Hal ini dikarnakan tadi siang (25/4) gue berhasil nonton Mata Najwa secara LIVE di Grha Sabha Pramana (GSP). Penulisan kata LIVE sengaja dipertebal dikarnakan tidak semua orang, khususnya di Jogja bisa masuk ke GSP untuk nonton acara ini. Gue termasuk seseorang yang beruntung tersebut. #IniTidakBerlebihan

Mata Najwa

matanajwa2Berikut beberapa indikator yang membuat gue bersyukur bisa nonton Mata Najwa secara live:

  • Gue memang penggemar acara Mata Najwa beserta @NajwaShihab nya,
  • Hari selasa malam (15/4), saat itu posisi gue lagi di FIB ada seorang teman yang mengingatkan untuk daftar peserta Mata Najwa on Campus,
  • Salah satu nasumnya itu Anies Baswedan,
  • Total kursi peserta yang disediakan panitia sekitar 6 rebu lebih tapi yang mendaftar mencapai 31 rebu manusia,
  • Gak semua orang yang udah nyampe GSP bisa masuk buat nonton, bahkan ada seorang anak SMP kepalanya tergores karna berdesak-desakan (Si anak tersebut langsung dibawa ke mobil ambulance tapi setelah itu tetap lanjut nonton Mata Najwa) WOW!!!,
  • Dapet snack dan note book gratisssssss,
  •  Belajar banyak dari Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Sri Sultan HB X, Chairul Tanjung, Mahfud MD, Najwa Shihab, Butet Kartarajasa, dan Neo si anak Teknik UGM yang menginspirasi banyak penonton,
  • Bisa ketemu Mas Anies Baswedan, foto namun tidak selfie, dan dapet tanda tangan Beliau.

matanajwa1

Anies Baswedan

Bertemu-Anies-BaswedanDengan ilmu potosop a la kadarnya, jadilah 2 wajah yang paling bersinar di antara kerumunan. (Maap ya buat yang muka-mukanya ke-blur, kalian harus ngertiin gue #EgoisSikit)

Gak ada alasan untuk tidak kagum dengan sosok Beliau. Cerdas, natural, retorika terindah yang pernah gue tahu, peduli, tenang dan santai, berani, rendah hati, visioner, dan yang pasti Beliau adalah orang baik.

Gue baru tahu beliau sejak tahun 2012 lalu, saat menemukan buku Gerakan Indonesia Mengajar 2 di bagian recommended books. Namun amat disayangkan pada saat itu harga buku ini masih Rp 85.000,- tidak berjodoh dengan yang ada di dompet. Alhasil beberapa minggu lalu, tak sengaja gue melihat buku ini lagi, dan kebetulan juga baru awal bulan (red: dompet masih tebel).

Bagi kalian yang tertarik untuk mengenal Anies Baswedan lebih dalam, gue menganjurkan untuk membaca buku Biografi Anies Baswedan: Melunasi Janji Kemerdekaan, penulis Muhammad Husnil. Buku ini menceritakan kehidupan Beliau dari cerita Sang Kakek, Sang Ayah dan keluarganya, kehidupan masa kecil sampai kuliah, dan awal karir Anies Baswedan hingga sekarang.

abini bukunya.

Saya yakin Beliau akan menjadi Presiden RI pada tahun 2019. Tetap keren ya, Mas!

Berusaha

Semua ‘orang sukses’ yang kalo ditanya mengenai  cara atau kiat-kiat atau jurus atau apapun itu yang membuat mereka bisa sukses pasti salah satu jawaban yang terucap gini: Kerja keras, Bersungguh-sungguh, atau berusaha keras. Sialnya, tidak akan ada satu ‘orang sukses’ yang menjawab: bermalas-malas ria. Kenyataannya memang seperti itu.

Dan hari ini gue belajar mengenai hal itu.

Saat nonton Mata Najwa tadi ada satu peserta laki-laki yang duduk di bagian belakang, sekitar 10-15 meter satu baris dari tempat duduk gue. Sejak awal dibuka sesi tanya-jawab, Mbak Najwa turun ke bawah panggung untuk mencari penanya-penanya lebih dekat.

Pria tersebut berdiri melambaikan tangan dan berteriak “Huuuuuuuuuuuh” berharap akan ditunjuk. Kemudian Mbak Najwa mendapatkan 1 hingga 2 penanya…. mata Mbak Najwa belum menengok ke arah pria tersebut.

Tingkat kehebohan laki-laki ini agar mengundang perhatian Mbak Najwa pun semakin meningkat dan meningkat. Dia loncat-loncat kemudian naik ke kursi, dan melambaikan tangannya lebih cepat sembari teriak…. maap gue gak begitu inget, intinya pria ini heboh sekali saat itu.

Seiring tingkat kehebohannya yang semakin menjadi-jadi, akhirnya mengundang perhatiaan orang banyak yang duduk di sekitarnya. Ada beberapa sindiran yang tidak suka dengan reaksi pria tersebut, ada yang mengatakan, “Apaan sih, lebay banget”, “Yaelah lebay amat”, dan sindiran-sindiran lainnya. Pria ini bukannya malu tapi tetap konsisten untuk meningkatkan frekuensi kehebohannya.

Singkat cerita saat Mbak Najwa sudah mendapatkan penanya ke-4nya, dan kemudian naik ke atas panggung kembali untuk meminta para narasumber menjawab pertanyaan tersebut. Saat Mbak Najwa sudah di atas panggung, pria ini semakin histeris tidak putus asa berharap masih akan ditunjuk. Kehisterisan tersebut semakin mengundang banyak orang memperhatikan ke arahnya. Kemudian, banyak orang-orang yang mungkin kasihan atau justru mengapresiasi, kemudian berteriak kepada Mbak Najwa untuk melihat ke arah pria ini.

Dan akhirnya……. usaha pria ini berbuah manis. Mbak Najwa melihat ke arahnya dan kemudian menunjuknya sebagai penanya tambahan. Sontak kegirangan pun terlihat jelas dari wajahnya dan  mengangkat-angkat kedua tangannya seolah ia sedang selebrasi. Spesial untuk pria satu ini, Mbak Najwa mengajaknya untuk bertanya di atas panggung. Itu berarti dia adalah satu-satunya peserta yang bertanya di atas panggung, dekat dengan kelima narasumber. WOW!!!

Pria tersebut bernama Neo, berasal dari jurusan Teknik Mesin UGM. Saya ingat betul kalimat pertama yang diucapnya sebab itu sangat lucu sekali. Ia bilang, “Maaf ya, tadi sedikit autis” sontak semua orang tertawa mendengarnya. Kemudian pertanyaan-pertanyaan dari Neo juga sangat sangat tidak mengecewakan, melainkan sangat luar biasa cerdas tapi tetap lucu. Anda penasaran? Saksikan Mata Najwa “Dari Jogja untuk Bangsa” pada hari Rabu (30/4) pukul 20.05 di metroTV. Semoga bagian si Neo ini tidak diedit ya teman-teman. Amin.

Gue belajar banget dari usaha keras dan konsistennya si Neo teriak-teriak untuk dilihat Mbak Najwa walaupun posisi duduknya berada di bagian belakang. Hal tersebutlah yang akhirnya mempengaruhi gue dalam mendapatkan tanda tangan Mas Anies Baswedan.

Saat acara sudah selesai gue, cikitta, dan Ade memang tidak ingin langsung keluar karna memang males untuk berdesak-desakan. Kami lebih memilih menunggu. Sejak tadi pagi gue memang sengaja membawa buku Indonesia Mengajar 2 dengan tujuan mungkin ada kesempatan beretemu Mas Anies lalu meminta tanda tangannya. Namun harapan tersebut sebenarnya hanyalah sebuah harapan ‘mungkin’.

Singkat cerita, setelah Mbak Najwa menutup acaranya, semua narasumber kecuali Anies Baswedan pergi menuju backstage. Dan dengan baik hatinya Mas Anies menyalami para penonton bahkan banyak orang yang berfoto selfie dengan Beliau. KAMFRET!!! MASIH SEMPET-SEMPETNYA DI TENGAH KERUMUNAN BELA-BELAIN FOTO SELFIE.

Melihat kerumunan manusia-manusia mengelilingi Beliau, gadis maha tangguh Cikitta, mendorong gue untuk maju ke stage menghampiri Beliau. Tujuan awal kami sebenarnya adalah hanya sekedar memfoto Beliau dari jarak yang cukup dekat. Akhirnya kita berdua maju, dengan langkah yang masih biasa saja. Sampai akhirnya tiba-tiba langkah gue menjadi cepat dan sangat cepat untuk ukuran seseorang yang sedang menyelap-nyelip dikerumunan orang banyak.

Dan percaya tidak percaya, waktu yang kami butuhkan dari tempat awal sampai di sebelah Anies Baswedan dapat dikatakan sangat cepat. Dengan mudahnya kami menyelip lincah dari satu sela ke sela yang lain. That was amazing nyelap-nyelip ever!! Sampai akhirnya, impian mendapatkan tanda tangan Anies Baswedan pun tercapai. Terimakasih Cikitta dan Neo!!

ttdTanda tangan itu…. *kemudian menangis*

BONUS

Barometer-kebahagiaanIya gue tahu, di foto ke-5 senyum gue senyum pepsoden banget

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s