Oh Sempu, Maafkan Diriku….

Gue nyesel bulan mei kemarin ke Pulau Sempu. Kalo gue bisa gambarin perasaan gue sekarang mungkin mirip-mirip sama cerita  si Adam. B-bu-bukan. Adam yang gue maksud bukanlah suami dari seorang penyanyi kondang, Inul DaradanMita The Virgin. OKE. INI JAYUS. AYO LANJUT BACA. Adam yg gue maksud adalah si Adam yang pacarnya si Hawa. Iya bener, mungkin rasa penyesalan gue seperti rasa penyesalan si Adam yang udah makan buah terlarang—bersama si Hawa, doinya.  #inibarulebay

Pokoknya gue nyesel banget deh udah pernah ke Sempu. Terlebih lagi gue inget udah pernah nulis artikel tentang Sempu. INI , di artikel itu begonya gue malah promosiin si Sempu dengan riangnya—tanpa ada dosa seupilpun. Duh, gue makin menyesal tiada henti ini jadinya. Penyesalan gue semakin bertambah jika melihat predikat gue sekarang, yaitu Insan Pariwisata. Sebagai mahasiswa yang belajar pariwisata gue merasa gagal karna ikut merusak Pulau Sempu. Ma-af kan aku, Sempu.

Penyesalan gue ini sangatlah beralasan, kenapa? Karna setelah gue pulang dari Sempu, gue baru tahu berita bahwa :

Pulau Sempu merupakan cagar alam yang dikelolah oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur (BBKSDA) dan Departemen Kehutanan Indonesia.

sengaja font-nya segede gaban biar kita semua sadar!

Yang namanya cagar alam itu, ya, harus dikonservasi. Itu karna ekosistem yang terhamil didalamnya dianggap langka dan butuh banget untuk dijaga. Gak boleh dijadikan objek wisata mainstream apalagi mess tourism. Kalo udah jadi objek wisata macem Pulau Serebu, berarti Sempu bukan sebuah cagar alam. Tapi, (kalimat ini saya utarakan khusus untuk para pecinta Sempu) sialnya, Pulau Sempu itu udah jadi cagar alam sejak Pemerintahan Belanda, Bro, yakni sejak 1928.

Yang namanya cagar alam itu, ya, harus diawasi. Semua pengunjung yang dateng harus laporan dulu ke petugas setempat. Harus punya tujuan yang jelas seperti, pengadaan penelitian atau hal positif lainnya jikalau ingin mengunjungi si Sempu. Kalau cuma mau nge-camp biaar dianggap gaul doang seharusnya gak bisa.

Tapi, petugas sempu sekarang orangnya masih gampangan, laporannya cuma sekitar 45 menit trus dikasih duit 40 rebu dia udah seneng, trus wisatawan udah bisa langsung nyebrang ke Pulau Sempu. (Semoga Bapak-bapak petugas di P. Sempu gak sengaja lagi online, trus liat tulisan ini, kemudian hatinya iba, trus P. Sempu jadi ditutup untuk umum).

Oh iya, ada berita yang bikin gue kaget. DOR! (biar kesannya lebih kaget) Ternyata menurut polling wisata malang di website tripadvisior.co.id, Pulau Sempu masuk ke TOP 3 tempat favorit untuk dikunjungi. Melihat berita itu hati gue tambah berkecamuk, itu berarti udah banyak banget yang tahu tentang Pulau ini. Ma-afkan aku, Sempu.

Trus satu lagi yang bikin gue miris. Banyak orang-orang yang udah ke Sempu trus langsung update ke sosmed lainnya. Anehnya lagi, banyak yang bangga kalau dirinya pernah ke Sempu. Iyuh. Trus aneh dan anehnya lagi, ada juga yang mengkritisi keadaan Pulau Sempu yang sudah kotor dan dipenuhi wisatawan, tapi secara gak langsung sebenarnya dengan dia ke Pulau Sempu maka dia juga ikut mengotori Pulau Sempu. Iyuh lagi. (padahal gue pernah berbuat seperti itu)

Jadi, sikap kita yang benar itu, ya, gak usahlah ke Pulau Sempu. Toh, itukan bukan tempat wisata tapi CAGAR ALAM. Gue kagum banget sama Joko Anwar, bulan kemarin dia lagi ngerjain short movie terbarunya “The New Found”. Lokasi sutingnya kebetulan di Malang. Bayangin aja, Bro, Doi gak mau suting di Segara Anakannya Sempu karna takut merusak ekosistemnya. GILAAAAAA! DIA BISA MIKIR SEGITUNYA!! KEREN ABIS!!

no pict = hoax

sempuuuuuuuuIni tulisan doi di blognya

Gue sangat ngerti, sih, kalo di era sekarang traveling itu lagi booming banget.  Semakin tempat itu indah/menarik/unik untuk dikunjungi maka keinginan kita untuk kesana semakin besar. Ditambah lagi, kita-kita orang yang masih muda, maunya eksis terus biar dianggap keren. Ehmmm, Bro, kalo tujuan kalian ke Sempu masih demikian, sebaiknya kalian ke kamar mandi dulu, trus cuci muka, terus kalo bisa sampoan juga. Dengan tegas gue bilang : itu salah, Bro.

Jadi, tujuan gue sekarang itu adalah gak mau liat si Sempu tambah sengsara lagi. Gue gak mau banyak orang yang tahu tentang Sempu terus jadi kunjungin si Sempu. Gue udah cukup menyesal ngejahatin si doi dengan gue nginjekin kaki di segara anakannya. Ma-afkan aku, Sempu.

Semoga kita semua bisa lebih berpikir, ya, tentang perasaan si Sempu. Mari jaga Pulau Sempu untuk anak-anak kita! untuk cucu-cucu kita! untuk cicit-cicit kita! untuk anaknya cicit-citit kita! dst!

Salam Sempu!

Bonus!

sempu3Seekor kera saja sampai bilang begitu….
sempu2muka sengaja disamarkan. Pokoknya tiap akhir pekan/hari libur pasti P. Sempu dipenuhi dengan tenda-tenda macam ini dari pojok kanan-kiri, semua bisa penuh.

P.S. Foto-foto yang dipajang sengaja yang negatif-negatifnya saja, tujuannya agar kalian semakin iba dengan nasib si Sempu.

Advertisements

One thought on “Oh Sempu, Maafkan Diriku….

  1. indah benar pulau sempu ini,
    mari kita jaga dengan tidak membuang sampah sembarangan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s