Monjali Membakar Kami

Halo!!

Post kali ini merupakan wujud refleksi dari seorang Insan pariwisata indonesia, ehm gue.

karna sekarang gue Mahasiswa Pariwisata cute.

dan mungkin, ini post paling penting dan bermanfaat yang pernah gue tulis, karna terselip pengetahuan. (re: karna biasanya gue hanya nulis nyampah) haha (ketawa partisipasi)

Okeee, to the point aja bro!!

Pernakah Anda mendengar Monjali? Apakah anda mengetahuinya? Apakah Anda pernah mengunjunginya? Apakah anda Availlable? (gak penting) 

Sudah berapa lama anda menjomblo? (makin gak penting) #Kriyukkks

Monjali itu bukan Lukisan Leonardo Da Vinci (re:Monalisa) ataupun pacarnya Rahul (re: Anjeli) #Kriyuuukslagi 

Apalagi lukisan pacarnya Rahul yang dilukis Leonardo Da Vinci (re: Monjeli,Monalisa-Anjeli)

Monjali itu Monumen Jogja Kembali bro!! museum ini terletak di Jl. Lingkar Utar, Sleman, Yogyakarta.

Di hari sabtu kemarin gue bersama teman-teman lain diberi tugas untuk mengeksplorasi Museum Monjali dalam acara Discovery of Jogja. FYI, kita hanya dimodali 50rb untuk 10 orang. dan itu sudah termasuk ongkos pp dan tiket masuk. sungguh terlalu.

Monjali merupakan museum sejarah perjuangan Kemerdekaan Republik ini, dibangun dengan  maksud sebagai tetenger atau bukti dari sebuah sejarah perjuangan di Negeri ini. Museum ini dibangun pada 29 Juni 1985 atas gagasan Kolonel Soegiarto (selaku Walikota saat itu)

Gambar

                          Bermodalkan rayuan maut @ManyaMG, Sang supirpun kemudian luluh….. dan mengantarkan kami”

Tiga tokoh penting dalam pembangunan Museum ini:

  1. Sri Sultan HB IX
  2. Jendral Soedirman
  3. Letkol Soeharto

Luas lahan ini 5 ha (kurang dikit) dengan lama pembangunan 4 tahun yang memakan biaya 9,5 Milyar. Para Seniman berasal dari ISI Yogyakarta, dan arsiteknya dibuat dari tangan anak bangsa sendiri, yakni lulusan UGM dan ITB, dibawah koordinator Adi Sunarso.

Ini dia Monjali!!

Gambar“Bentuk yang seperti Kerucut melambangkan nasi tumpeng dalam upacara adat-adat Jawa yang melambangkan kemakmuran, dan juga seperti gunung–dan lebih tepatnya berada di lereng gunung merapi, yang berarti menjadikannya subur”

           Satu hal yang membuat Saya tertarik menulis mengenai Monjali, adalah NASIONALISME!!

entah mengapa rasa Nasionalisme saya terbakar saat Pak.Gunadi (selaku manajemen Monjali) menjelaskan kepada saya dan Shiro mengenai tujuan Monjali ini dibangun, yakni sebagai bukti sejarah perjuangan.

mungkin “pleketus” kedengarannya–namun saya baru dapat merasakannya sekarang.

           Untuk itu, pada lantai yang ke-3 disediakan ruangan khusus untuk mendoakan para pejuang bangsa ini, yakni ruang Grabha Graha.

Gambar“Ruangan ini sangat sunyi dan sakral, jadi perkecil ke-pecicilan anda”

Gambar“Ini dia Pak. Gunadi, Beliau sangat ramah dan asik parah, pesan-pesanya itu loh….., membakar semangat 45 jiwa kami”

                     Satu pesan beliau yang sangat ditekankannya, JAS MERAH “Jangan sekali-kali melupakan sejarah”, yakni sebuah pesan dari Ir. Soekarno pada tanggal 28 Desember 1949 di Pangkalan Udara Maguwo, Yogyakarta.

Gambar

“Ini dia!! Timnas Pengobok Monjali, cerdas,cermat,istimewa”

                 P.S. yang mau tahu lebih lanjut tentang Monjali, monggo dibaca tugas makalah saya, judulnya Satu Tetenger di Kota Istimewa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s