Life Goes On

  Mungkin ini akan menjadi blog tercengeng yang pernah gw tulis  (emot ini yg mewakilkan)
sumpah ya, hari demi hari gw merasa jadi lebih ngerti mengenai kehidupan ini (bukan karna bentar lagi umur gw 19 Tahun) ——-> jadi makin sedih
tapi memang inilah yang gw rasakan 1 tahun terakhir ini, hidup terasa nyata.

             Mungkin kalau di tahun 2011 gw cuma (kata “cuma” ini sungguh aneh) nangis kurang dari 5x seingat gw gitu. tapi…………… dari januari sampai akhir mei ini, gw mungkin udah nangis lebih dari 10x.
sungguh benar-benar cengeng sekali.

             Tapi, yang gw tahu hidup itu harus tetap berjalan kawan!! “Life Goes On”. 1 jam yg lalu gw habis menceritakan rencana hidup gw ke depan kepada abang gw.
                 berikut merupakan dialog paling dilematis/ dramatis tersebut:

              Gw  : Tiba dirumah abang gw, dan langsung duduk ke meja makan (meja persidangan lebih
                        tepatnya)
            Abang: Ada apa kamu? (dia ngomongnya selalu irit)
               Gw  : Menghela napas….. (5 detiklah..) gini bang… blabla….blabla… gw menjelaskan 
                        mengenai kuliah gw di UGM.
            Abang: (pasti kalian berpikir dia bangga banget sama gw, dan akan mengucapkan selamat)
                        Hmmm…. (kali ini dia yg menghela napas) kamu yakin kuliah disana? kamu sudah 
                        bilang ke Mama, Bapa di Riau? memangnya Mama, Bapa cukup membiayai kuliah
                        kamu, kostan nantinya, uang buku, sama yg lainnya?
                 Gw : gw cuma bisa bilang ya…, ya dan ya.
“ini merupakan kondisi dimana lu merasakan kesedihan, rasa marah, jemgkel. tapi, sebenarnya orang yg buat lu sedih, marah, ataupun jengkel itu tidak bersalah. ini cuma masalah dapat menerima keadaan atau tidak” 

Abang gw ini merupakan anak pertama, dan merupakan anak yang paling sukses sendiri dari saudara yang lainnya. dia seorang Insinyur. jadi, uang spp sekolah anak ke 6-8 dia yang tanggung.
memang sungguh hebat dia, sangat perhatian.
mungkin gw dulu nilai dia jahat, karna itu tadi dia terlihat tidak ikhlas (muka datar dan ngomong irit).
tapi, sekarang gw sangat mengerti posisi dia.

      Jadi, apapun sulitnya keadaan seseorang yang terpenting bukanlah bagaimana caranya untuk terbebas dari keadaan tersebut, tetapi bagaimana kita menerima keadaan tersebut. karna jikalau “hanya ingin terbebas” belum tentu seseorang tersebut dapat menerima keadaannya.
                   

28 Mei 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s